A.
MESIN
BOR
1. Definisi
Mesin Bor
Mesin bor adalah salah satu mesin
perkakas yang gerak utamanya memutarkan cutting tool (berupa mata bor), di mana
gerak pemakanan cutting tool hanya pada arah/sumbu gerakan. Mesin bor digunakan
untuk mengebor (membuat lubang baru) membentuk silinder, juga untuk
memperbesar/memperdalam lubang atau memperhalus lubang silinder yang telah ada.
2. Jenis
mesin bor
Mesin
bor terdiri dari bermacam-macam jenis dan bentuknya, antara lain :
a. Mesin
bor tegak (vertical drilling machine /
upright)

b. Mesin
bor radial (radial drilling machine)
Mesin bor ini digunakan untuk benda
kerja dengan dimensi yag relatif lebih besar dengan pisau potong (mata bor)
yang besar pula. Pada mesin ini, benda kerja tidak bergerak. Untuk mencapai
proses pengeboran tehadap benda kerja, maka support dan poros utama digeserkan
pada lengan mesin, di mana lenga mesin yag diikatkan pada tiang dapat diputar
kekanan atau kekiri serta dapat digerakkan naik-turun memelalui perputaran
batang berulir tiang. Spindel memiliki 24 tingkat kecepatan putaran dari 20
sampai 2000 rpm dan dengan kedalaman pemakanan antara 0,005 sampai 2 mm.


c. Mesin
bor koordinat (jig bors machine)
Mesin ini digunakan untuk
pengerjaan benda kerja yang hasil pengeboran lubangnya memerlukan hasil yang
halus dengan ukuran ketelitian yang tinggi. Pengeboran dilakukan dengan membawa
meja tempat meletakkan benda kerjanya menuju mata bor yang terpasang pada poros
utama atau menggeser support poros utama pada eretan melintang. Untuk
menentukan banyaknya pergeseran meja dapat diketahui melalui proyeksi kaca
pembesar yang ketelitian ukurannya mencapai 0,0001 mm dan mistar angka yang
dipasang pada badan eretan.
d. Mesin
bor mendatar dan frais
Mesin
ini merupakan gabungan mesin yang digunakan untuk proses pengeboran dan
pengfraisan. Mesin ini digunakan untuk pengeboran dan pengfraisan silinder
besar pada mesin uap, blok mesin kapal, motor-motor besar dan sebagainya. Mesin
ini poros utamanya mendatar yang terletak di dalam support, di mana support
ddapat digerakkan naik-turun sepanjang rangka tegaknya. meja mesin dapat
digeser melalaui alas mesin dalam arah memanjang dan melintang serta dapat
diputar. penyayatan benda kerja dapat dilakukan dengan pengaturan meja yang
menuju ke arah poros utama atau poros yang menuju benda kerja.
Perputaran
poros utama dengan gerakkan maju-mundur diputar oleh batang berulir, yang
diatur oleh sebuah lemari roda gigi dengan susunan diferensial, sehingga batang
dapat berputar lebih cepat atau lebih lambat dari poros utama sesuai dengan
kebutuhan kekasaran dan kehalusan penyayatan.
e. Mesin
bor pistol
Mesin
ini digerakakan oleh motor listrik dan dapat digunakan dengan bermacam-macam
posisi di mana benda kerja yang akan dibor tidak berubah kedudukannya. Mesin
ini banyak dipakai di bengkel-bengkel kerja pelat dan kerja listrik.


f. Mesin
bor dada
Mesin
bor ini diputar dengan tangan. Ukuran garis tengah lubang yang dapat dibuat
dengan mesin bor ini tidak lebih dari 10 mm. Mesin ini kebanyakkan digunakan di
bengkel-bengkel kerja pelat atau oleh tukang kerja kayu.


g.
Mesin bor meja

Mesin
bor ini digunakan untuk proses pengeboran sederhana (aplikasi ringan), dan
dalam pengoperasiannya menggunakan penekanan tangan pada hand feed lever atau
otomatis untuk menurunkan mata bor menuju benda kerja yang dilubangi.
Meja
pada mesin bor ini ada dua, yaitu meja setel dapat digerakkan naik turun dan
meja kaku yang berfungsi sebagai
landasan mesin. Dalam pengeboran dapat disetel dengan penahan kedalaman. Kecepatan
spindel dapat diatur dengan memindahkan sabuk pada pulley tingkat yang sesuai.
Kelem pengisi digunakan bila akan melakukan pengeboran otomatis.
h. Mesin
bor tiang
Meja
dapat digati dengan bentuk perdegi atau bulat sesuai dengan penggunaannya. Meja
bulat dapat berputar 360o.

i.
Mesin bor berporos majemuk
Mesin
bor ini memiliki lebih dari satu spindel, biasanya sebuah meja dengan empat
spindel. Mesin ini digunakan untuk melakukan beberapa operasi sekaligus,
sehingga lenih cepat. Untuk produksi masal terdapat 20 atau lebih spindel
(bahkan sampai 32 spindel) dengan sebuah kepala penggerak, missalnya gear
boxes, blok mesin (engine bloks), dan lainnya.

3. Bagian-Bagian
Utama Mesin Bor
a. Mata
bor
Mata
bor adalah suatu alat pembuat lubang atau alur yang efisien. Ukuran mata bor
dibagi dalam beberapa jenis, diantaranya :
1. Satuan
inchi, misalnya 1/64” sampai 3/8”
2. Satuan
milimeter, dengan setiap kenaikan bertambah 0,5 mm, dimana nomor 80-1 dengan
ukuran 0,0135 – 0,228” dan huruf A-Z dengan ukuran 0,234-0,413”.
Mata bor yang
paling sering digunakan adalah bor spiral, karena daya hantarnya yang baik
melalui pinggiran hantar yang silindris, penyaluran serpih (geram) yang baik
karena alur-alurnya yang berbentus sekrup, sudut-sudut sayat yang menguntungkan
dan bidang potong dapat diasah tanpa mengubah diameter bor. Bidang-bidang jalan
bebas bor spiral dibentuk oleh dua buah kerucut yang garis-garis hatinya tegak
lurus terhadap sesamanya. Alur-alur sayat yang berbentuk sekerup memotong
selubung-selubung kerucut sehingga terbentuk bidag-bidang potong. Bentuk
alur-alur sayat dipilih sedemikian rupa sehingga bidang-bidang potongnya lurus.
Bidang-bidang potong bor spiral tidak radial tetapi digeser sehingga membentuk
garis-garis singgung pada lingkaran yang merupakan hati bor.
Hal-hal
yang harus diperhatikan dalam pemilihan bor antara lain :
a) Ukuran
lubang benda kerja yang akan dibor, ukuran lubang menentukan ukuran garis
tengah bor, dimana setiap bor menghasilkan lubang lebih besar daripada garis
tengahnya.
b) Sudut
spiral dan sudut bibir bor tergantung pada benda kerja yang akan dibor. Sudut
bibir mempengaruhi kemampuan kualitas bor pada hasil permukaan lubang benda
kerja.
Macam-macam bor spiral
:

Jenis cutting tool
(mata bor) yang digunakan pada proses pengeboran antara lain :
a) Drilling
: digunakan untuk membuat suatu lubang pada benda kerja yang solid, jenis
cutter-nya twist drill.
b) Boring
: proses memperbesar lubang yang sudah ada.
c) Counterboring
: proses memperbesar ujung lubang yang telah dibuat dengan kedalaman tertentu,
biasanya untuk kepala baut atau sekrup.
d) Step
drill : digunakan untuk pembuatan lubang dengan diameter bertingkat.
e) Countersinking
: operasi pembuatan taper atau bentuk kerucut di akhir lubang yang dibuat.
f) Reaming
: proses memperhalus lubang yang telah dibuat.
g) Tapping
: proses membuat ulir dalam.
h) Bor
benam : digunakan untuk menghilangkan pinggiran-pinggiran yang tajam pada
lubang-lubang dan pembenaman paku keling dan sekerup. Sudul a yang normal
adalah 60-70-90-120. Jenis bor benam yang digunakan antara lain :
1) Bor
benam dengan kepala tirus, digunakan untuk membuat lubang kepala sekerup
terbenam kepala tirus.
2) Bor
benam kepala lurus dan menyiku dengan ujung pembawa, digunakan untuk membuat
lubang baut terbenam kepala lurus dan menyiku.
3)
![]() |
Bor benam kepala lurus dengan ujung pembawa, digunakan untuk membuat lubang kepala sekerup terbenam yang berbentuk tirus.
![]() |
Ada beberapa jenis mata bor untuk jenis
pekerjaan yang berbeda. Bahan benda kerja dapat juga mempengaruhi jenis dari
mata bor yang digunakan. Bentuk beberapa mata bor khusus untuk pengerjaan
tertentu, penggunaan dari masing-masing mata bor tersebut adalah :
1) Mata
bor helix besar (high helix drills) : mata bor ini memiliki sudut helix yang
besar, sehingga meningkatkan efisiensi pemotongan, tetapi batangnya lemah. Mata
bor ini digunakan untuk memotong logam lunak atau bahan yang memiliki kekuatan
rendah.
2) Mata bor helix kecil (low helix drills) : mata
bor dengan sudut helix lebih kecil dari ukuran normal berguna untuk mencegah
pahat bor terangkat ke atas atau terpegang benda kerja ketika membuat lubang
pada material kuningan dan material yang sejenis.
3) Mata
bor kerja berat (heavy-duty drills) : mata bor yang digunakan untuk menahan
tegangan yang tinggi dengan cara menebalkan bagian web.
4) Mata
bor tangan kiri (left hand drills) : mata bor standar dapat dibuat juga untuk
mata bor kiri. Digunakan pada pembuatan lubang jamak yang mana bagian kepala
Mesin Bor didesain dengan sederhana yang memungkinkan berputar berlawanan arah.
5) Mata
bor dengan sisi sayat lurus (straight flute drills) adalah bentuk ekstrim dari
mata bor helix kecil, digunakan untuk membuat lubang pada kuningan dan plat.
6) Mata
bor poros engkol (crankshaft drills) : mata bor yang didesain khusus untuk
mengerjakan poros engkol, sangat menguntungkan untuk membuat lubang dalam pada
material yang ulet. Memiliki web yang tebal dan sudut helix yang kadang-kadang
lebih besar dari ukuran normal. Mata bor ini adalah mata bor khusus yang banyak
digunakan secara luas dan menjadi mata bor standar.
7) Mata
bor panjang (extension drills) : mata bor ini memiliki batang/shankyang panjang
yang telah ditemper, digunakan untuk membuat lubang pada permukaan yang secara
normal tidak akan dapat dijangkau.
8) Mata
bor ekstra panjang (extra-length drills) : mata bor dengan badan pahat yang
panjang, untuk membuat lubang yang dalam.
9) Mata
bor bertingkat (step drills) : satu atau dua buah diamater mata bor dibuat pada
satu batang untuk membuat lubang dengan diameter bertingkat.
10) Mata
bor ganda (subland drills) : fungsinya sama dengan mata bor bertingkat. Mata
bor ini terlihat seperti dua buah mata bor pada satu batang.
11) Mata bor solid carbide: untuk membuat lubang kecil
pada material paduan ringan, dan material bukan logam, bentuknya bisa sama
dengan mata bor standar. Proses pembuatan lubang dengan mata bor ini tidak
boleh ada beban kejut, karena bahan carbide mudah pecah.
12) Mata
bor dengan sisipan karbida (carbide tipped drills) : sisipan karbida digunakan
untuk mencegah terjadinya keausan karena kecepatan potong yang tinggi. Sudut
helix yang lebih kecil dan web yang tipis diterapkan untuk meningkatkan
kekakuan mata bor ini, yang menjaga keawetan karbida. Mata bor ini digunakan
untuk material yang keras, atau material non logam yang abrasif.
13) Mata
bor dengan lubang minyak (oil hole drills) : lubang kecil di dalam bilah pahat
bor dapat digunakan untuk mengalirkan minyak pelumas/pendingin bertekanan ke
ujung mata bor. Mata bor ini digunakan untuk membuat lubang dalam pada material
yang liat.
14) Mata
bor rata (flat drills) : batang lurus dan rata dapat digerinda ujungnya
membentuk ujung mata bor. Hal tersebut akan memberikan ruang yang besar bagi
beram tanpa bagian helix. Mata bor ini digunakan untuk membuat lubang pada
jalan kereta api.
b. Spindel
merupakan bagia yang menggerakkan mata bor.
c. Drill
head
Merupakan bagian yang
menopang mekanisme penggerak mata bor dan menghantarkan ke benda kerja.
d. Meja/base
Bagian ini menopang seluruh
bagian mesin bor, di mana meja terbuat dari material besi cor dengan
kekauan/rigid yang tinggi dan stabilitas yang mantap.
e. Lengan
radial
Langan ini merupakan
bagian mesin bor radial yang dapat bergerak naik-turun maupun berputar di mana
motor penggerak dan drill head terpasang kuat.
f. Column
/tiang
4.
Perlengkapan
Mesin Bor
a. Pemegang
bor (drill chuck)
Pemegang bor merupakan
alat bantu untuk mencekam mata bor.
Pada saat memegang bor
dengan pemegang bor, bor harus berputar dengan benar, karena bor yang berputar
salah akan mudah patah.
Ada beberapa jenis
pemegang bor, antara lain :
1) Tipe
kunci : tersusun tiga penjepit / jaws.
2) Tipe
tanpa kunci : dapat dilepas atau dikencangkan tanpa kunci, presisi tanpa kunci
untuk mencekam mata bor ukuran kecil atau pengerjaan lubang presisi.
3) Keyless
jacob : pencekam mata bor dengan penjepit karet elastis yang mudah dilepas atau
dipasang.
b. Pengukur
bor
Diameter bor diukur
dengan menggunakan micrometer atau mal bor, sudut bor diperiksa dengan mal
sudut yang terdapat dalam berbagai bentuk.
c. Penjepit
benda kerja
Pada
proses pengeboran , benda kerja sebaiknya dijepit pada meja bor. Benda-benda
kecil diikat dengan penjepit bor atau ragum bor atau bila perlu diikat lagi
pada meja bor dengan menggunakan baut T yang masuk tepat pada alur-alur meja
bor. Untuk benda kerja yang besar bila perlu dijept langsung pada meja kerja.
Penjepitan ini dilakukan supaya benda kerja tidak ikut berputar dan turun-naik
atau memuntir.
Selain ragum, alat-alat
penjepit benda kerja yang sering digunakan yaitu :
1) Vise
digunakan untuk mencekam benda kerja berbentuk silinder atau persegi saat
proses pelubangan ukuran diameter besar (lebih dari 9,5 mm).
2) Balok
V (V-block) digunakan untuk menopang benda kerja benrbentuk silinder.
3) Drill
jig digunakan untuk mencekam benda kerja yang diproses (perulangan) dengan pola
yang sama secara akurat dan cepat.
4) Clamp
digunakan untuk mengencangkan benda kerja yang dipasang pada meja kerja,
jenisnya antara lain finger clamp, U-clamp, dan clamp lurus.
5)
![]() |
Penjepit baut T
![]() |
d. Pembungkus
(socket/ sleeve)
Digunakan saat lubang
di dalam spindel terlalu kecil untuk tapper.
5.
Pekerjaan
Mengebor
Sebelum mesin bor
digunakan untuk mengebor lubang pada benda kerja, ada beberapa hal yag harus
diperhatikan, antara lain kelengkapan-kelengkapan mesin bor, jenis bahan yang
akan dibor, pelumasan, ukuran garis tengah bor, arah putaran dan kecepatan
putaran mesin bor, dan pencegahan kecelakaan.
1) Pemasangan
benda kerja
a. Jika
menggunakan ragum, untuk benda kerja rata dan mendatar dengan ukuran tebalnya
lebih pendek daripada ringgi mulut ragum bor, di bagian bawah benda kerja
ditahan dengan batalan yang rata dan sejajar (pararel). Ragum diikat dengan mur
baut pada meja bor, agar ragum bor tidak turut bergerak.
b. Jika
tidak menggunakan ragum, benda kerja diikat pada meja bor dengan dua buah
mur-baut, dua buah penjepit bentuk U dan dua balok penahan yang sesuai,
c. Untuk
mengebor logam berbentuk batang bulat, benda kerja diletakkan pada sebuah balok
V dan dijepit dengan batang pengikat khusus, kemudian ditahan dengan balok yang
sesuai dan diikat oleh mur-baut pada meja mesin bor.
d. Untuk
benda kerja yang akan dibor tembus, benda kerja dijepit dengan batang penjepit
khusus, balok penahan yang sesuai tingginya dan diikat dengan mur-baut pengikat
agar tidak merusak ragum bor.



2) Pemasangan
mata bor
a. Bor
dengan tangkai lurus (taper) langsung dimasukkan pada lubang sumbu mesin bor,
tidak boleh menggunakan pemegang bor. Dengan demikian, lubang alur menerima
ujung taper dan lubang taper diimbangi oleh selubung yang distsndardisasi.
Ujung taper tidak digunakan untuk memegang, teteapi untuk mempermudah dilepas
dari selubung dengan menggunakan socket. Seblum melepas bor, sepotong kayu
harus diletakkan di bawahnya, sehingga ujung bor (mata bor) tidak akan rusak
pada saat jatuh.
b. Bor
dengan tangkai silinder digunakan “pemegang bor berkonsentrasi sendiri” dengan
dua atau tiga rahang. Bor harus dimasukkan sedalam mungkin sehingga tidak selip
pada saat berputar. Permukaan bagian dalam pemegang bor berhubungan denga
tangkai mata bor, sehingga menghasilkan putaran bor.
c. Bor
dengan kepala bulat lurus dipergunakan pemegang/penjepit bor otomatis
(universal), dimana bila diputar kuncinya, maka mulutnya akan membuka atau
menjepit dengan sendirinya/otomatis.
d. Bor
dengan kepala tirus dipergunakan taper atau sarung pengurang yang dibuat sesuai
dengan tingkatan dan kebutuhan, sehingga terdapat bermacam-macam ukuran.
e. Mata
bor yang baik asahan mata potongnya akan mengebor dengan baik dan akan
menghasilkan tatal yang sama tebal yang keluar melalui kedu belah alur spiral
bor. Untuk bahan yang memerlukan pendinginan, digunakan cerek khusus tempat
bahan pendingin.



3) Proses
pengeboran
a. Bor
benam digunakan untuk membuat lubang-lubang kepala baut sekerup terbenam pada
benda kerja.
b. Mengebor
senter benda kerja
(1) Dipilih
bor senter dengan diameter sedikit lebih kecil daripada bor yang akan
digunakan.
(2) Setelah
bor dipasang dengan benar, jalankan spindel dan sentuhkan ujung senter pada
titik tanda benda kerja.
(3) Berikan
pendingin dan lakukan pengisian tangan sampai kedalaman mengarah senter.
(4) Naikkan
bor senter untuk mengeluarkan geram.
(5) Lanjutka
pengeboran ke benda kerja sedalam penyenteran yang diperlukan.
c. Mengebor
tembus
(1) Lakukan
pengeboran pada benda kerja dengan pengisian tangan sedalam kira-kira 6 mm,
lalu periksa apakah bekas pengeboran sudah baik.
(2) Teruskan
pengeboran dengan kelem pengisi sampai tembus, gunakan pendingin.
(3) Naikkan
bor secara berkala untuk membebaskan alurnya dari geram.
d. Mengebor
lubang buntu
(1) Lakukan
pengisian tangan bor sampai batas diameter penuh bor tercapai.
(2) Lakukan
pengeboran dengan menyisakan 2 mm dari kedalaman penuh dengan kelem pengisi.
(3) Lepaskan
kelem pengisi dan lakukan pengeboran sampai kedalam penuh dengan pengisian
tangan, kemudian periksa kedalamannya.
e. Mengebor
dengan mesin bor pistol dan mesin bor dada
6.
Parameter
Proses Pengeboran
Pada
mesin bor masih bayak yang memiliki konstruksi rangka dan perlengkapan mekanis
yang sederhana, sehingga untuk mengubah putaran mesin denga memutar poros
utama. Pengubahan putaran poros utama dilakukan dengan memindahkan hubungan
dari sabuk V(V-belt) pada pulley. Posisi susunan tingkat pulley pada motor
induk berlawanan dengan susunan tingkat pulley poros utama, misal untuk tiga
tingkatan pulley :
1. Roda
pulley kecil 1a
Roda pulley besar
2. Roda
pulley menegah 2a Roda
pulley menegah
3. Roda
pulley besar 3a
Roda pulley kecil

Apabila
hubungan sabuk V untuk pulley poros utama dipasang pada roda besar dan pulley
motor induk pada pulley roda kecil, maka kecepatan /putaran porosnya lambat.
Dengan menggunakan rumus berikut dapat ditentukan putaran poros utamanya.
Rumus I
|
Untuk hubungan roda pulley besar motor
induk dan roda pulley kecil pada poros utama.
![]() |
Rumus II
|
Untuk hubungan roda pulley kecil motor
induk dan roda pulley besar pada poros utama.
![]() ![]() |
Untuk
menentukan putaran bor dalam pengeboran tergantung pada jenis bahan benda
kerja, kecepatan gerak bor (baik otomatis maupun manual), dan lamanya
penggunaan mata bor.
Untuk
menghitung waktu pengeboran :



Untuk
suatu pengeboran dengan diameter D dan luasan penampang lubang
dengan
kecepatan mata bor menembus benda kerja merupakan pemakanan f jarak tembus per
putaran pada kecepatan putaran spindel n, maka jumlah material yang terbuang (material removal rate, MPR) adalah :

MPR
= 


Panjang
pengeboran :
L= H + 2X, mm jika lubang tembus pada
kedua sisi benda kerja.
L= H + X, mm jika lubag tidak tembus.
Jarak pendekatan mata bor denga benda
kerja (saat akan mulai mengebor) : X
= 0,29.D mm
Contoh
:
Diketahui :
|
Diameter bor
Pemakanan atau feed
Putaran pengeboran
Tebal benda kerja
Sudut puncak bor
|
= 16 mm
= 0,2 mm/putaran
= 14 m/menit
= 25 mm
= 120o
|
Hitunglah :
|
Panjang L
Va
mm/menit
Lama pengeboran tb
|
|
Penyelesaian :
|
![]() ![]() ![]() ![]() |
Sebuah benda kerja
akan dibor dengan diameter lubang 12 mm setebal 60 mm. Mesin bor berputar
dengan kecepatan potong 18 m/menit dan pemakanan(feed) 0,15 mm/putaran.
Hitunglah kecepatan spindel, waktu pengenoran lubang, dan laju material yang
terpotong (MPR) !
|
|
Penyelesaian :
|
Kecepatan spindel :
V= 3,14.12.n/1000 =
15
n = 398 rpm
waktu pengeboran
lubang :
t = 60/(398.0,15) =
1,005 menit
laju material yang
terpotong (MPR) :
MPR = [3,14.(122)/4].0,15.398
= 6748,488 mm3/menit
= 112,475 mm3/detik
|
B.
Mesin
gergaji
1. Pengertian
Gergaji
merupakan alat perkakas yang berguna untuk memotong benda kerja. Mesin gergaji
merupakan mesin pertama yang menentukan proses lebih lanjut. Mesin gergaji yang
akan dibahas dalam laporan ini adalah mesin gergaji besi (hacksaw) dan
mesin gergaji bolak-balik (hacksawing machine). Gergaji besi (hacksaw) biasa
digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan yang sederhana dalam jumlah produksi yang
rendah. Untuk pekerjaan-pekerjaan dengan persyaratan ketelitian tinggi dengan
kapasitas yang tinggi diperlukan mesin-mesin gergaji khusus yang bekerja secara
otomatik dengan bantuan mesin.
a. Mesin gergaji Bolak Balik (Hacksawing Machine)
Gergaji bolak-balik dapat bervariasi ditinjau dari
design nya, mulai dari yang digerak kan oleh engkol (untuk tugas-tugas ringan)
sampai dengan yang digerakkan oleh sebuah sistem hidraulis (untuk tugas-tugas
berat). Karena alasan kesederhanaan rancangan dan rendah nya biaya operasi,
maka mesin gergaji jenis ini banyak disukai.
Banyak terdapat variasi metode penghantaran gergaji
terhadap benda kerja, namun secara umum, metode penghantaran gergaji terhadap
benda kerja dapat dikelompok kan sebagai hantaran positif atau tekanan seragam.
Suatu hantaran positif mempunyai kedalaman
pemotongan yang tetap dan pasti untuk setiap langkah dan tekanan pada pisau
bergantung langsung pada banyak nya gigi yang bersinggungan dengan benda kerja.
Misalnya untuk memotong poros, maka tekanan awal pemotongan bersifat ringan,
tetapi maksimum pada titik pusat benda kerja, hal ini sesungguhnya suatu
kerugian, sebab gergaji ini dihalangi untuk memotong cepat pada awal. Dengan
menggunakan hantaran seragam, maka tekanan konstan sepanjang waktu, tidak
memperhitungkan jumlah gigi yang bersinggungan, sehingga dalam hal ini dapat
dikatakan bahwa kedalaman pemotongan bervariasi terbalik dengan banyaknya gigi
yang menyinggung benda kerja, oleh karena itu tekanan maksimum yang diguna kan
tergantung kepada beban maksimum yang dapat ditahan gigi tunggal.
Tipe yang paling sederhana dari mesin ini adalah
dari jenis hantaran gravitasi,
yaitu pisau gergaji ditekan ke dalam benda kerja oleh berat dari gergaji dan
rangkanya sendiri. Disamping itu ada juga yang diberi pemberat dengan
mengapitkan nya pada kerangka gergaji untuk menambah tekanan potong atau
menggunakan sistem pegas.
Penggerak yang paling sederhana untuk rangka gergaji
adalah menggunakan engkol berputar pada kecepatan seragam. Karena waktu yang
digunakan untuk langkah balik sama dengan waktu untuk langkah maju, maka
pengaturan ini hanya mengambil waktu 50 % saja.
1) Pisau
Gergaji
Pisau gergaji yang digunakan di work shop, sering
disebut sebagai gergaji daya,
mirip dengan gergaji tangan, bedanya, pada gergaji daya, jarak bagi dibuat
lebih kasar, yakni berkisar antara (1,8 s/d 10) mm, lihat gambar berikut ini.

KETERANGAN:A =
Pisau gergaji dengan gigi lurus
B =
Pisau gergaji dengan gigi pemotong bawah
C
= Pisau gergaji dengan gigi
loncat
Misalkan akan menggergaji besi cor dan baja biasa,
maka agar lebih efisien, maka digunakan gergaji dengan jarak bagi yang lebih
kasar, agar ada terdapat ruang untuk pelepasan geram nya. Sedangkan untuk
material baja karbon tinggi dan baja paduan nya, jarak bagi mata gergaji nya
harus yang menengah, sedangkan untuk logam tipis, pipa dan kuningan, memerlukan
jarak bagi yang lebih halus. Sebuah gergaji gigi lurus, memiliki satu deretan
gigi agak dikanan, satu deretan lagi berada agak dikiri, yang biasanya
digunakan untuk memotong kuningan, tembaga dan juga pelastik. Sementara itu, gegaji gigi prnggaruk mempunyai satu
gigi lurus ber selang-seling dengan dua deretan gigi yang arah nya berlawanan,
sering digunakan untuk memotong baja dan besi pada umum nya.
Pada seluruh proses peng-gergajian daya, biasanya
panas yang timbul tidak terlalu tinggi, namun tetap dianjurkan agar selalu
menggunakan pelumasan, gunanya untuk melumasi perkakas dan sekaligus untuk
membersihkan dari serpihan-serpihan yang sering dapat menumpuk diantara
gigi-gigi.
b.
Mesin
Gergaji Besi (Hacksaw)
1) Prinsip Kerja Gergaji Besi (Hacksaw)
Gergaji
besi digunakan memotong benda kerja seperti logam batangan, baja profil,
lembaran logam lainnya yang terlalu tebal untuk digunting. Dimana gergaji
besi (hacksaw)ini digerakkan oleh tenaga manusia (tanpa mesin).
2)
Komponen-Komponen
Mesin Gergaji Besi (Hacksaw)
Gergaji
besi (hacksaw) memiliki bagian-bagian yaitu :
a. Tuas pemegang (Handle);
Biasanya terbuat dari logam yang lunak dan harus baik pegangannya (seperti
memegang pistol)
b. Rangka yang dapat diatur (Adjustable
Frame); Biasanya dibuat dari pipa oval/baja yang kuat dan kaku agar
hasilnya lurus dan kuat. Bingkai ini dapat dipakai untuk bermacam-macam panjang
daun gergaji.
c. Mur kupu-kupu (Wing Nut);
Berfungsi untuk mengencangkan bilah gergaji.
d. Lubang pengait pada bilah gergaji (Prongs);
e. Bilah gergaji (Blade); Dapat
terbuat dari karbon satau HSS dengan hanya mata (gigi) saja yang dikeraskan
atau seluruh bagiannya. Semakin kecil sudut buang bilah gergaji, maka makin
keras bahan yang dapt dipotongnya. Ukuran bilah gergaji (dalam panjang) :
ü 8 inchi (203,2 mm)
ü 10 inchi (254 mm)
ü 12 inchi (304,8 mm)
Bahan
pembuat bilah gergaji :
Ø High speed
Ø Molybdenum
Ø Paduan baja tungsten
Dimensi bilah
gergaji, pada umumnya bilah gergaji memiliki dimensi:
a. Lebar : ½ inchi
(12,7 mm)
b. Tebal : 0,25
inchi (0,635 mm)
c. Jarak antara
gigi pada bilah gergaji disebut pitch, dan hanya dengan satuan inchi.
d. Pitch = 1/8
menyatakan bahwa dalam 1 inchi (25,4 mm) terdapat 18 gigi.
e. Umumnya pitch
pada bilah gergaji : 4, 18, 24, dan 32 gigi/inchi
f. Ukuran pitch 18
hanya dapat digunakan untuk mengerjakan pekerjaan secara umum.
g. Untuk pekerjaan
yang bersifat spesifik, ukuran pitch perlu disesuaikan dengan bahannya.
h. Secara umum
pemilihan bilah gergaji dengan pertimbangan : pilih ukuran bilah gergaji dengan
jumlah gigi yang sedikit atau kasar (nilai pitchnya kecil), akan terbentuk
celah lebih lebar, penggergajian akan berlangsung secara cepat.
C. Cara Perawatan
Dalam cara
perawatan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut ini. Cara
penggunaan gergaji besi (hacksaw) masuk dalam cara
perawataanya sekaligus. Berikut ini dijelaskan cara penggunaan gergaji
besi (hacksaw) yang baik dan benar agar tidak menimbulkan
kerusakan pada gergaji itu sendiri:
a. Sebelum menggergaji bilah gergaji
harus ditegangkan di bingkainya dengan gigi gergaji mengarah kearah pemotongan
dan harus kuat menahan tekanan akibat penggergajian, jika tidak, pemotongan
akan menyimpang.
b. Sebelum memulai pemotongan, membuat
alur dengan kikir segitiga pada garis yang akan digergaji. Meletakkan gergaji
di alur tersebut dan memiringkan ke muka kira-kira 10°. Tekanan yang tidak
cukup pada permulaan pemotongan akan mengakibatkan gigi-gigi gergaji menggosok
benda kerja, sehingga akan menjadi tumpul.
c. Sebelum menggergaji adalah bilah
gergaji harus ditegangkan di bingkainya dengan gigi gergaji mengarah kearah
pemotongan dan harus kuat menahan tekanan akibat penggergajian, jika tidak,
pemotongan akan menyimpang.
d. Agar tidak cepat lelah pada saat
menggergaji dan lebih cepat, pada saat menggergaji bingkai gergaji harus
dipegang dengan kuat dan mantap, posisi tubuh agak dicondongkan ke depan dengan
kuda-kuda bertumpu di kaki kiri. Gerakan gergaji harus kuat dan mantap,
menaikkan sedikit pada waktu gergaji bergerak ke belakang. Kecepatan gerak:
50-60 strok/menit untuk baja, sedangkan untuk bahan yang lunak 70-90
strok/menit.
e. Selain hal di atas adapula hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam penggunaan gergaji besi (hacksaw),
yaitu:
1. Minimal 2 atau 3 gigi yang mengenai
permukaan benda yang digergaji.
2. Menggergaji sisi yang tajam akan
menyebabkan patahnya gigi-gigi gergaji.
3. Benda kerja yang tipis harus
dipotong dengan posisi mendatar, tidak dimiringkan.
4. Jangan gunakan oli pemotongan atau
pendingin.
5. Pemberian pelumasan pada bagian
persambungan rangka (Adjustable Frame) dan pada bagian mur kupu-kupu (Wing
Nut) agar tidah mudah berkarat.
6. Mengkikir bilah gergaji
sekiranya tumpul.
7. Melakukan penggantian bilah gergaji
sekiranya bilah tersebut telah mengalami keausan.
a. Bagian Penting Mesin Gergaji Belah

Mungkin lebih tepatnya akan saya sebut mesin gergaji
belah karena desain dan fungsi mesin dasar ini adalah untuk membelah papan atau
lembaran plywood. Dengan berbagai modifikasi pada alat penghantar, jenis
gergaji dan meja kerja, mesin gergaji belah bisa anda gunakan untuk memotong
kayu. Gergaji belah digunakan untuk membelah kayu pada ukuran yang cukup
presisi.
Toleransi ukuran hanya disisakan antara 1 - 2 mm. Bahkan pada
penyetelan dan pengoperasian mesin yang benar akan menghasilkan hasil
penggergajian yang sangat halus dan hanya perlu proses pengamplasan.
Bagian
penting mesin gergaji belah:
1. Meja
kerja: tempat meletakkan benda kerja yang akan dibelah. Jangan
meletakkan benda kerja yang tidak dimaksudkan dikerjakan pada mesin. letakkan
benda kerja lainnya di dalam pallet terpisah.
2. Penghantar:
berfungsi untuk menghantarkan benda kerja ke arah yang berlawanan dengan
putaran gergaji. Penghantar ini harus senantiasa siku (bersudut 90°) terhadap
meja kerja.
3. Bilah
gergaji: gergaji belah dengan bentuk mata gigi khusus di desain untuk
membelah kayu. Terhubung pada motor penggerak yang terletak di bawah meja
kerja.
4. Pisau
Belah: Berfungsi untuk menahan lemparan balik dari putaran bilah
gergaji. Jarak antara pisau belah dengan lingkaran paling luar gergaji harus
diatur pada jarak yang tepat antara 2-4 mm. Pisau belah juga berfungsi agar
bilah gergaji tidak terjepit pada waktu kita membelah kayu yang panjang
sehingga bisa mengurangi resiko burnt mark pada kayu hasil pembelahan. Pisau
belah harus lebih rendah 3-4 mm dari ujung paling tinggi gergaji sehingga benda
kerja bisa dengan lancar dibelah.
5. Penutup
gergaji: Digunakan sebagai alat pengaman dan pelindung mata gergaji
terutama pada waktu membelah kayu yang tebal. Pengaman ini sebaiknya selalu
diletakkan di atas gergaji pada waktu mesin dijalankan karena juga bisa
berfungsi untuk menahan lemparan balik. Apa itu lemparan balik? Sesuai dengan
arah putaran gergaji, terdapat daya dorong yang kuat ke atas permukaan meja.
namun hal ini telah dihindari dengan adanya pisau belah. Penutup gergaji
membantu apabila ada serpihan kecil yang bisa 'lolos' dari pisau belah sehingga
melindungi operator. Penutup ini juga berfungis untuk menghisap debu atau
serbuk gergaji karena terhubung langsung dengan dust collector.
6. Pengatur
ketinggian gergaji: Untuk menentukan ketinggian bilah gergaji
sesuai dengan ketebalan kayu/papan yang akan dibelah.
7. Pengatur
Sudut: Mengatur sudut kemiringan bilah gergaji untuk membelah kayu
dengan sudut kemiringan tertentu.
b.
Mesin
Gergaji Pita
Mesin
gergaji pita adalah mesin perkayuan yang mempunyai mata gergaji bentuk pita.
Penyetelan daun gergaji setelah terpasang pada kedua roda antar atas dan bawah
kemudian di tegangkan dengan menyetel roda penegang dengan merujuk tabel ketegangan.
Selanjutnya rol antar diatur ½ -1 cm diatas benda kerja dengan cara membuka
pengunci rol antar kemudian memutar pengatur rol antar pita ke kanan atau
kekiri hingga mencapai yang dikehendaki.
Mesin
gergaji pita banyak digunakan di industri-industri bahan bangunan yang
mengerjakan kayu, terutama digunakan untuk membelah kayu, untuk memotong
lengkung, juga untuk memotong bentuk-bentuk yang tidak beraturan.
Fungsi mesin gergaji pita dapat
digunakan untuk :
a.
Membelah
papan kayu
b.
Memotong
papan kayu
c.
Memotong
kayu bulat
d.
Memotong
/ membelah miring
e.
Menggergaji
bulatan / lengkungan dengan diameter tertentu.
Bagian-bagian
mesin gergaji pita

Gambar
1. Mesin Gergaji Pita

Gambar 2. Posisi meja gergaji pita
dimiringkan
Daun meja dapat di miringkan 0° -
45° dengan cara:
1. Buka pengunci daun meja
2. Lepas klos kayu antar pita gergaji
3. Angkat meja bagian ujung sambil
melihat skala kemiringan meja gergaji
4. Tutup pengunci meja
5. Pasang klos kayu antar pita gergaji,
gergaji siap digunakan.

Gambar 3. Klos pengaman pita gergaji
Klos pengaman pita gergaji berfungsi
untuk menahan pita gergaji tidak terus lari kebelakang saat digunakan karena
tekanan dari benda yang dipotong. Dalam pengerjaan pemotongan dengan mesin
gergaji pita dapat menggunakan penghantar potong.
Penghantar
potong seperti gambar disamping dapat digunakan:
a. Memotong tegak lurus
b. Memotong miring dari 0° – 45°

Gambar 4. Pengaman Gigi Gergaji Pita pada Roda
Penggerak

Gambar
5. Rol Penghantar Gergaji Pita Atas dan Bawah
Mesin gergaji pita adalah mesin yang
menggunakan pisau berbentuk pita, bila digunakan mudah bergeser, untuk itu
perlu hantaran agar posisi tetap pada dudukan semula. Rol antara merupakan
hantaran yang mengatur posisi dari samping dan belakang.
Penyetelannya 0,5 – 1½ mm dari
gergaji.

Gambar
6.Spesifikasi Sudut Gigi Gergaji Pita
Daun
gergaji pita mempuyai bentuk, ukuran lebar dan tebal yang bermacam-macam sesuai
dengan kebutuhan potong atau belah yang dikehendaki. Misalnya membuat lingkaran
dibutuhkan daun gergaji yang mempunyai kelebaran daun 1 – 1 ½ cm sehingga
memudahkan gerakan melingkar saat melakukan penggergajian. Gambar samping
menunjukan bentuk mata gergaji belah dan mundam yang berfungsi sebagai
penyimpan serbuk gergajian, bentuk pertama untuk kayu kering sedang bentuk
kedua untuk kayu yang masih agak basah. Mata gergaji harus selalu dibersihkan
dari sisa serbuk dan getah secara periodik agar mata gergaji selalu kondisi
bersih dan tajam.

Gambar 7. Jenis dan Ukuran Gigi Gergaji Pita
Gergaji
harus selalu siap digunakan dan dalam kondisi baik, tidak ada yang retak. Daun
gergaji pita mempuyai bentuk seperti gambar di atas, menunjukkan mata gergaji
pita untuk potong

Gambar 8. Mesin Gergaji Pita Bermeja Dorong
Mesin gergaji pita bermeja dorong
digunakan untuk menggergaji kayu yang berbentuk log, dimana perletakan
gelondong kayu dijepit pada perlengkapan jepit meja kereta sehingga
penggergajian dapat dilakukan dengan baik. Untuk mengatur ukuran tebal papan
dapat disetel pada pengatur tebal belah. Penempatan dan pemilihan arah
gergajian dapat dilakukan dengan menempatkan log kemudian dijepit, setelah itu
dilakukan pengerjaan gergaji dengan cara mendorong meja / kereta dorong hingga
selesai, yang perlu diperhatikan adalah kayu bisa terjepit denganbaik meja kereta
dorong.
Cara menggunakan mesin gergaji pita
Membelah Kayu

Gambar
9. Cara membelah kayu
Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai
berikut:
1. Siapkan
kayu pekerjaan
2. Pilih dan
pasang daun gergaji pita dengan gigi-gigi kasar dan tajam
3. Tempatkan
pengantar pembelah sebelah kiri daun gergaji, serta periksa kedudukan daun
gergaji terhadap meja
4. Atur
pengantar daun gergaji naik atau turun dan beda 5 mm di atas permukaan kayu
5. Jalankan
mesin
6. Simpan
kayu pekerjaan pada meja mesin dengan memilih bidang yang baik
menempel pada meja dan pengantar pembelah
7. Dorong
kayu pekerjaan dengan teratur sampai selesai pembelahan
dan pengirisan
8. Matikan
mesin apabila telah selesai.
Mengiris
kayu

Gambar 10. Cara mengiris kayu
Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai
berikut:
a. Siapkan
kayu pekerjaan
b. Pilih dan
pasang daun gergaji pita dengan gigi-gigi kasar dan tajam
c. Tempatkan
pengantar pembelah sebelah kiri daun gergaji, serta periksa
d. Atur
pengantar daun gergaji naik atau turun dan berad 5 mm di atas permukaan kayu
e. Jalankan
mesin
f. Simpan
kayu pekerjaan pada meja mesin dengan memilih bidang yang baik menempel pada
meja dan pengantar pembelah
g. Dorong
kayu pekerjaan dengan teratur sampai selesai pembelahan dan pengirisan
h. Matikan
mesin apabila telah selesai.
Membelah
miring

Gambar 11. Cara membelah miring
Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai
berikut:
1. Siapkan
kayu pekerjaan dengan lukisan yang jelas.
2. Pasang
daun gergaji yang cukup lebar, cukup besar dan tajam.
3. Sesuaikan
meja mesin dengan miring yang dikehendaki.
4. Pasang
pengantar pembelah dan unahakan.
5. Atur
pengantar daun gergaji ± 5 mm di atas permukaan kayu pekerjaan.
6. Jalankan
mesin.
7. Simpan
kayu pekerjaan pada mesin, dengan memilih bidang yang baik menempel pada meja
dan pengantar pembelah.
8. Dorong
kayu pekerjaan dengan teratur sampai selesai.
9. Matikan
mesin apabila telah selesai pembelah miring.
Memotong Siku atau Miring

Gambar 12. Cara memotong siku atau miring
Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai
berikut:
1. Siapkan
kayu pekerjaan.
2. Pasang dan
stel daun gergaji sesuai kebutuhan (cukup lebar, giginya tajam).
3. Stel
pengantar pemotongan, sesuaikan pemotongan dengan yang dikehendaki.
4. Letakkan
kayu pekerjaan di atas meja mesin.
5. Hidupkan
mesin.
6. Pegang
cukup kuat kayu pekerjaan terhadap pengantar.
7. Dorong
kayu pekerjaan perlahan-lahan hingga pemotongan selesai.
8. Matikan
mesin, bila telah selesai pemotongan.

Gambar 13. Cara menggergaji
lengkung
Langkah-langkah
yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Siapkan
kayu pekerjaan dengan lukisan lengkungan yang dibuat.
b. Pasang
daun gergaji sesuai dengan kebutuhan.
c. Atur
pengantar, untuk lengkungan kecil bisa di bor dulu
d. Jalankan
mesin.
e. Potongan
kayu dengan pemotongan dari luar sampai selesai.
f. Matikan mesin
bila telah selesai, kemudian rem pelan-pelan roda penggerak daun gergaji.
Menggergaji dengan Pertolongan
Acuan

Gambar 14. Cara menggergaji dengan pertolongan acuan
Langkah-langkah
yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Siapkan
acuan dengan bentuk yang dikehendaki, kemudian dipaku pada kayu bagian bawah
2. Pasang
lawan dari depan klem pada meja mesin, kemudian dicowak kayu tersebut selebar
dan setebal daun gergaji
3. Pakailah
daun gergaji yang sesuai dengan ukuran lengkungan yang terkecil
4. Jalankan mesin,
mulailah menggergaji, perhatikan pengantar acuan dan acuannya harus selalu
merapat
5. Buka
acuan, tempel pada pekerjaan untuk digergaji hingga selesai
Membuat
lingkaran

Gambar 15. Cara memotong lingkaran
Langkah-langkah
yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
a.
Siapkan kayu pekerjaan yang akan
dibuat lingkaran
b.
Pasang meja pembantu menempel pada
meja mesin, sisi meja pembantu harus segaris dengan sisi daun gergaji
c.
Gunakan daun gergaji sesuai dengan
lingkaran yang akan dibuat
d.
Dari sisi muka gergaji, ditarik
garis tegak lurus dgn. daun gergaji
e.
Ukur jari-jari lingkaran pada
garis yang dibuat tadi
f.
Pasang paku sebagai pusat
lingkaran pada meja pembantu dan menonjol kira-kira 5 mm
g.
Tempatkan pekerjaan, tekan pada
paku menghadap gigi gergaji
h.
Jalankan mesin, buat lingkaran
hingga selesai.
Keselamatan Kerja
a.
Periksa roda pengantar pipi daun
gergaji mempunyai jarak ± 5 mm
b.
Daun gergaji harus selalu tajam
dengan ukuran lebar yang sesuai
c.
Buka daun gergaji ke kiri dan ke
kanan harus sama besar
d.
Mulailah menggergaji apabila
putaran daun gergaji sudah tetap
e.
Bila daun gergaji putus segera
matikan mesin, ambil daun gergaji yang putus apabila roda atas dan
bawah telah berhenti.
Cara
Pengasahan Gigi Gergaji
1.
Jepitlah daun gergaji pada klam khusus.
2.
Kikirlah gigi gergaji secara
berselang-seling hingga mempunyai sudut yang tepat, diukur dari sisi daun
gergaji. Untuk gergaji pemotong sudut asah 45° dan untuk gergaji pembelah 90°.
3.
Lakukan pengasahan dari tangkai pegangan
menuju ujung daun gergaji.
4.
Apabila setiap gigi yang berselangan
sudah ditajamkan, baliklah daun gergaji dalam ragum, dan tajamkan gigi gergaji
yang belum ditajamkan dengan cara yang sama seperti pada awal pengasahan.
Perbedaan Gergaji Tangan Dan Gergaji Mesin
Perbedaan
|
Gergaji Tangan
|
Gergaji Mesin
|
Bahan yang digergaji
|
logam
batangan, baja profil, lembaran logam lainnya yang terlalu tebal untuk
digunting.
|
besi
cor dan baja biasa.
|
Tenaga
|
Manusia.
|
Listrik.
|
Keselamatan kerja yang diperlukan
:
a) Memakai baju kerja
b) Memakai sarung tangan
c) Memakai kacamata
d) Memakai sepatu boot
a) Memakai baju kerja
b) Memakai sarung tangan
c) Memakai kacamata
d) Memakai sepatu boot
TAMBAHAN
Sesi
tanya jawab
1. Jelaskan
bagian mesin gergaji dan cara kerjanya (Nova D S)
2. Jelaskan
perhitungan mesin bor, apakah hanya berlaku pada mesin bor atau berlaku pada
mesin lainnya juga? (Muhammad Salafudin B)
3. Pada
video mesin bor jelaskan gerakannya! Dan pada gergaji vinir, gergaji kurva dan gergaji
gerek jelaskan fungsinya! (Frandhoni
Utomo)
4. Apakah
ketebalan kayu mempengaruhi mesin gergaji belah dan apakah pengaruh gerak maju
mundur pada penggergajian? (Ary C S)
5. Apakah
fungsi masing-masing mata gergaji ( ketiga gambar pada PPT) ?

A =
Pisau gergaji dengan gigi lurus
B =
Pisau gergaji dengan gigi pemotong bawah
C =
Pisau gergaji dengan gigi loncat
(Ihsan
Firdaus)
Jawaban:
1. Bagian-bagian
mesin gergaji datar yaitu :
a. Motor
penggerak
b. Keping
penggerak (roda gigi)
c. Sengkang
gergaji
d. Timbangan
e. Keping
penerus
f. Batang
penggerak
g. Pompa
air pendingin
h. Penjepit
benda kerja
Pemutaran
motor penggerak dihubungkan oleh sebuah sabuk pada keping penerus (roda gigi).
Roda gigi pada poros keping penerus dihubungkan dengan roda penghubung. Poros
roda gigi memutar keping penggerak dan keping penggerak dan keping gerak
mundur-maju pada sangkang gergaji.
Batang
penggerak ini terpasang pada suatu alur keping pengerak dan diikat oleh sebuah
baut dan mur. Alur ini merupakan pengatur panjang langkah sengkang gergaji.
Jika ujung batang penggerak, maka sangkang gergaji akan bergerak pendek. Makin
jauh letak ujung batang penggerak dari sumbu penggerak, makin panjaglah gerakan
sangkang itu. (Rahcmadani)
2. Untuk
parameter perhitungan dari mesin bor itu
khusus untuk jenis mesin bor saja.
Sedangkan untuk perhitugan mesin bor yang ada pada mesin bubut dan mesin frais itu digunakan perhitungan yag
berdasarkan pada masing-masing mesin tersebut. Dan untuk pengukuran diameter
mata bor yang digunakan untuk mengebor disesuaikan dengan bahan yag akan dibor
(lihat lampiran tabel) (Widi Kisniantoro)
3. Pada
video tersebut terjadi gerak memutar (heli), gerakan tersebut untuk memperbesar
lubang dengan cepat, tujuannya memperbesar lubang yang sudah ada. (Nia Nur
Aini)
Gergaji gerek digunakan
untuk menyayat bentuk lengkungan yang sukar dilakukan oleh gergaji biasa,
gergaji ini dilengkapi 3 lembar daun yang dapat dipasang secara bergantian,
ukuran panjang daunnya antara 300-450 mm. Kemudian gergaji kurva digunakan
untuk menyayat lengkungan yang kecil dan tajam sehingga tidak mungkin
dikerjakan oleh gergaji lain, ukuran panjang daun gergajinya berkisar 156mm. Sedangkan gergaji vinir, mempunyai 2
baris (kanan dan kiri) lengkung gigi gergaji, pegangannya terpasang pada sisi
daun, gergaji ini digunakan untuk memotong tempat-tempat yang sulit. (Dedi
Kurniawan)
4. Apabila
kayu tersebut tipis maka akan mempermudah kinerja gergaji belah, sebaliknya
apabila kayu tersebut tebal maka akan lebih sulit digergaji selain itu juga
mata gergaji akan mudah tumpul. (Rahcmadani)
Prinsip penggergajian
itu memakan kedepan, jadi saat kita memajukan gergaji sambil ditekan, kemudian
saat mundur diangkat sedikit agar tidak terjadi gerak makan. Kemudian prinsip
seperti itu harus ditaati karena apabila terjadi gerak makan maju mundur maka
akan mempengaruhi benda kerjanya toleransi sudut pemakanan akan lebih besar
melebihi toleransi karena pada gergaji tiap mata gergaji dibuat sedikit bengkok
ke kanan dan ke kiri tujuannya supaya saat pemakanan tidak dapat memenuhi
toleransi yang ada, kemudian dari sisi gergajinya jika memakan maju mundur
dapat merusak mata gergaji dan tidak sesuai pada toleransi yang ada dan juga
pada sudut mata gergaji, kemudian dapat mengakibatkan mata gergaji patah. (Dedi
Kurniawan)
5. Fungsnya
yaitu:
a. Untuk
logam tipis, pipa dan kuningan, memerlukan jarak bagi yang lebih halus. Sebuah
gergaji gigi lurus, memiliki satu deretan gigi agak dikanan, satu deretan lagi
berada agak dikiri, yang biasanya digunakan untuk memotong kuningan, tembaga
dan juga pelastik.
b. Sedangkan
untuk material baja karbon tinggi dan baja paduan nya, jarak bagi mata gergaji
nya harus yang menengah, gegaji gigi
penggaruk mempunyai satu gigi lurus ber selang-seling dengan dua deretan
gigi yang arah nya berlawanan, sering digunakan untuk memotong baja dan besi
pada umum nya.
c. Misalkan
akan menggergaji besi cor dan baja biasa, maka agar lebih efisien, maka
digunakan gergaji dengan jarak bagi yang lebih kasar, agar ada terdapat ruang
untuk pelepasan geramnya.
Terima Kasih Telah Berbagi
BalasHapus-Oersja1996